Pemerintah SBY Masih Banyak Sisakan PR Infrastruktur

Pemerintah SBY Masih Banyak Sisakan PR Infrastruktur

- detikFinance
Jumat, 10 Jul 2009 15:14 WIB
Pemerintah SBY Masih Banyak Sisakan PR Infrastruktur
Jakarta - Program pemerintah saat ini di bidang infrastruktur masih belum sepenuhnya dapat direalisasikan termasuk program-program yang ditargetkan rampung tahun 2009 ini. Proyek-proyek itu antara lain pembangunan kereta bandara, jalan tol Solo-Kertosono, Desa Berdering, Desa Pintar, Revitalisasi PDAM, dan lain-lain.

"Itu targetnya 2009, over ke tahun depan atau tidak, kita belum tahu. Target kita ingin selesai secepatnya. Memang pasti tidak bisa selesai 100%," kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bambang Susantono saat di temui di kantor, Jumat (10/7/2009).

Untuk itu dalam waktu dekat pemerintah akan melakukan evaluasi yang menyeluruh terhadap hal-hal yang sudah dikerjakan atau belum, termasuk untuk bidang-bidang infrastruktur maupun yang lainnya.

"Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk program-program. Kita masih berpegang pada Inpres 5/2008 yaitu fokus kebijakan Ekonomi 2008-2009.Tidak hanya infrastruktur, itu macam-macam. Itu kita evaluasi menyeluruh, mana yang tercapai atau tidak, hambatannya bagaimana," paparnya.

Mengenai jumlah investasi pembangunan infrastruktur, Bambang dengan mengutip data Bappenas mengatakan untuk 5 tahun ke depan  Indonesia butuh Rp 1.420 triliun.

"Pada tahun 2005 disebutkan  Rp 1.300 triliun. 2005-2009, ada yang ter-carry over, terutama yang kerjasama pemerintah-swasta. Itu carry over ke 2009-2014," imbuhnya.

Ia menjelaskan selama ini program infrastruktur masih  terkendala oleh banyak masalah seperti pembebasan lahan, dokumen tender belum lengkap, atau menunggu undang-undang selesai.

"Itu misalnya UU Pelayaran, UU Kereta Api. Itu baru dibuka tahun lalu. Jadi 2005-2009 memang hanya ke reformasi kerangka regulasi. Itu tuntas tahun ini. 2009-2014 kita ke transaksi proyek," paparnya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads