"Itu targetnya 2009, over ke tahun depan atau tidak, kita belum tahu. Target kita ingin selesai secepatnya. Memang pasti tidak bisa selesai 100%," kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bambang Susantono saat di temui di kantor, Jumat (10/7/2009).
Untuk itu dalam waktu dekat pemerintah akan melakukan evaluasi yang menyeluruh terhadap hal-hal yang sudah dikerjakan atau belum, termasuk untuk bidang-bidang infrastruktur maupun yang lainnya.
"Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk program-program. Kita masih berpegang pada Inpres 5/2008 yaitu fokus kebijakan Ekonomi 2008-2009.Tidak hanya infrastruktur, itu macam-macam. Itu kita evaluasi menyeluruh, mana yang tercapai atau tidak, hambatannya bagaimana," paparnya.
Mengenai jumlah investasi pembangunan infrastruktur, Bambang dengan mengutip data Bappenas mengatakan untuk 5 tahun ke depan Indonesia butuh Rp 1.420 triliun.
"Pada tahun 2005 disebutkan Rp 1.300 triliun. 2005-2009, ada yang ter-carry over, terutama yang kerjasama pemerintah-swasta. Itu carry over ke 2009-2014," imbuhnya.
Ia menjelaskan selama ini program infrastruktur masih terkendala oleh banyak masalah seperti pembebasan lahan, dokumen tender belum lengkap, atau menunggu undang-undang selesai.
"Itu misalnya UU Pelayaran, UU Kereta Api. Itu baru dibuka tahun lalu. Jadi 2005-2009 memang hanya ke reformasi kerangka regulasi. Itu tuntas tahun ini. 2009-2014 kita ke transaksi proyek," paparnya.
(hen/dnl)










































