Kesepakatan itu dicapai para pemimpin yang hadir pada hari terakhir KTT hari ini, 10/7/2009.
Dari target komitmen tersebut, terindikasi bahwa Jepang akan memberikan dana US$4 miliar, AS US$3 miliar, sedangkan sisanya akan dipenuhi oleh Kanada, Uni Eropa, serta negara lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil lain yang juga dikemukakan dalam Joint Statement L'Aquila adalah perlunya penerapan strategi secara komprehensif membantu negara berkembang dalam aspek ketahanan pangan dengan fokus bantuan lebih diarahkan kepada peningkatan bantuan bagi penguatan kapasitas.
Terkait dengan elemen perdagangan produk pertanian, peserta menilai bahwa efisiensi dan keterbukaan pasar mempunyai peranan yang penting dalam memperkuat keamanan pangan.
Untuk itu strategi nasional dan kawasan perlu mempromosikan keterlibatan petani khususnya petani kecil dan perempuan dalam pasar global, regional, domestik, dan lokal, menolak proteksionisme dan mencegah serta memonitor tindakan atau pembatasan yang mengganggu keseimbangan harga komoditi pangan dunia perlu dihilangkan.
Lebih jauh lagi, komitmen bersama itu diharapkan dapat diterjemahkan secara konkret menjadi aksi nyata yang komprehensif dalam bentuk koordinasi yang efektif, dukungan atas proses/inisiatif nasional dan peningkatan pendanaan serta investasi di bidang pertanian.Β
KTT G-8 yang ditutup hari ini juga melibatkan pemangku kepentingan lain seperti organisasi intenasional lain seperti PBB, World Bank, IMF, OECD, WTO, FAO, IFAD, WFP dan lainnya yang diwakili oleh para pimpinannya.
Di luar negara anggota G-8, G-5, MEF dan African Outreach, KTT juga mengundang Spanyol, Belanda dan Turki. KTT G-8 juga sepakat untuk meneruskan proses dialog serupa di pertemuan KTT G-8 berikutnya di Muskoka, Kanada tahun depan.
(es/es)











































