Industri Jamu Semester I-2009 Stagnan

Industri Jamu Semester I-2009 Stagnan

- detikFinance
Minggu, 12 Jul 2009 14:16 WIB
Industri Jamu Semester I-2009 Stagnan
Jakarta - Pengusaha jamu di dalam negeri mengeluhkan masih lesunya pasar jamu dalam negeri di semester I-2009. Pengusaha menduga masyarakat masih takut meminum jamu karena trauma beredarnya jamu ilegal.

Bahkan razia jamu yang digelar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) juga membuat para pedagang takut menjual jamu.

"Sekarang ini pasar jamu stagnan karena jamu-jamu ilegal, tapi sekarang ini yang ilegal sudah berkurang karena ada razia BPOM," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha (GP) Jamu Charles Saerang saat dihubungi detikFinance, Minggu (12/7/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, kata Charles sekarang ini para pengusaha jamu masih menunggu keasptian dari pemerintahan baru nanti. Pengusaha jamu baru akan menentukan langkah ekspansi dan meluncurkan produk-produk baru atau inovasi jamu setelah ada kabinet baru.

"Kita tunggu dulu lah setelah 20 Oktober, siapa menteri kesehatannya, Badan POM siapa," ucapnya.

Ia menjelaskan jamu ilegal sekarang ini sudah jauh berkurang mulai karena aktivitas gencar razia BPOM ke pasar penjualan jamu di tanah air.

"Banyak masyarakat takut membeli jamu, dan yang menjual jamu pun agak segan. Ya kalau penjual takut, pembeli juga  takut, terjadi penurunan," jelasnya.

Ia menjelaskan pada tahun 2008 omset penjualan jamu dalam negeri mencapai Rp 7,2 triliun, sedangkan target tahun ini sebesar Rp 8,5 triliun nampaknya akan sulit tercapai.

"Selama 6 bulan berjalan sekarang ini baru Rp  3,5 triliun," imbuhnya.

Berbeda dengan pasar ekspor, permintaan jamu justru meningkat, bahkan pada tahun ini diperkirakan akan ada peningkatan hingga 15% karena produk jamu Indonesia sudah cukup terkenal di pasar internasional meski dijual dalam bentuk semi produk. Tahun 2008 lalu nilai ekspor jamu Indonesia mencapai kurang lebih Rp 2 triliun.

Dikatakannya selama ini para pelaku industri mencapai 1200 pabrik, diantaranya 90%  didominasi oleh pabrik kecil obat dan produk tradisional.

(hen/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads