Wakil Ketua Panitia PRJ Slamet Supriyadi menjelaskan, transaksi PRJ 2009 yang tercatat pada Rabu lalu (8/7/2009) telah terkumpul Rp 2,1 triliun, sehingga total transaksi hingga pada hari ini dipastikan akan melebihi angka tersebut.
Ia menambahkan, pencapaian transaksi PRJ 2009 tersebut masih dalam perkiraan panitia yang menetapkan target pesimistis sebesar Rp 2,1 triliun, target moderat sebesar Rp 2,5 triliun dan target optimistis sebesar Rp 2,7 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan dari transaksi akhir yang tercatat sebesar Rp 2,1 triliun, hanyalah transaksi-transaki yang berdasarkan perhitungan uang muka saja, sedangkan transaksi secara keseluruhan setelah gelaran PRJ berpotensi lebih besar lagi. Slamet mencontohkan untuk transaksi-transaksi seperti produk mobil, sepeda motor, furnitur, umumnya dibayar penuh setelah PRJ.
"Data transaksi keseluruhan baru bisa diketahui satu minggu ke depan," jelasnya.
Slamet mengatakan masih tingginya daya beli masyarakat saat ini di luar dugaan, meskipun ia tidak terlalu heran karena gelaran PRJ biasanya menjadi ajang yang tepat bagi masyarakat untuk berbelanja sambil jalan-jalan meski dihantui daya beli yang sempat melorot.
"Selain itu, masyarakat kita itu kan masih banyak memburu barang murah, itu masih terjadi karena ada diskon-diskon sampai 50%," ucapnya.
Capain target yang bakal tercapai ini, kata dia tidak terlepas dari animo masyarakat yang tinggi, data 3 hari lalu jumlah kunjungan mencapai 3,2 juta, dan diperkirakan sampai hari terakhir ini tembus 3,4 juta pengunjung, di mana rata-rata pengunjung per harinya mencapai 100.000-120.000 orang.
Ia juga menegaskan bahwa jumlah transaksi sebesar itu bukan untuk panitia penyelenggara ataupun JIExpo namun masuk dalam transaksi setiap peserta. Pihak JIExpo hanya fokus pada penjualan tiket dan penyewaan lahan.
Untuk penggunjung, lanjut dia, terdiri dari tiga tingkatan yaitu tingkat pengunjung yang membayar penuh, pengunjung manula yang gratis dan tingkat TNI-Polri termasuk wartawan yang diberikan dispensasi.
"Ya sekitar 20%-25% masuk melalui proses yang nggak bayar," ucapnya.
(hen/lih)











































