Ketua Umum Asosiasi Peternak Unggas Se-Indonesia Hartono mengatakan kenaikan harga telor dan ayam naik sebesar 10%, kemungkinan berpeluang akan ada estapet kenaikan harga yaitu pada saat mendekati bulan puasa dan lebaran dalam waktu dekat.
"Memang ada kenaikan harga selama musim liburan ini, sebesar 10% untuk telor dan ayam," katanya saat dihubungi detikFinance, Senin (13/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan harga ayam ditingkat peternak, untuk ayam potong ukuran besar Rp 13.900 per kg dan ukuran ayam kecil Rp 15.700 per kg, ditingkat konsumen harganya bisa mencapai Rp 24.000-Rp 25.000 per Kg. Jeda harga yang tinggi antara konsumen dan peternak disebabkan tingkat susut yang tinggi sampai 35% per ekornya.
"Puasa dan lebaran juga akan ada peningkatan harga seperti tahun-tahun sebelumnya," katanya.
Hartono menegaskan selama ini, jika terjadi kenaikan harga telor dan ayam selalu yang disalahkan para peternak yang diduga menaikan harga, padahal kata dia, kenaikan itu justru terjadi ditingkat distributor dan pedagang.
"Coba saja harga sepotong ayam di rumah makan Padang pada 2 tahun lalu Rp 6000 per potong, sekarang sudah Rp 9000. Padahal sejak dua tahun lalu harga ayam di peternak sama saja, selama ini yang disalahkan peternak, rantai perantaranya yang menaikan," katanya.
Ia juga mengatakan selama ini telor dan ayam hanya menyumbang inflasi sesaat terutama mendekati bulan puasa dan lebaran karena permintaan yang tinggi, yang memicu lonjakan harga.
(hen/qom)










































