Defisit APBN 2009 Tak Sampai 2,5%

Defisit APBN 2009 Tak Sampai 2,5%

- detikFinance
Selasa, 14 Jul 2009 09:23 WIB
Defisit APBN 2009 Tak Sampai 2,5%
Jakarta - Hingga semester I-2009, APBN 2009 (dokumen stimulus) mengalami defisit 0,2% dari PDB. Realisasi defisit hingga akhir 2009 diperkirakan tidak sampai 2,5% dari PDB seperti yang ditargetkan dalam APBN (dokumen stimulus).

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Suharso Monoarfa dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan dan Bank Indonesia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin malam (13/7/2009).

"Defisit ini terutama karena realisasi belanja pegawai dan transfer ke daerah yang lebih cepat untuk menjaga pertumbuhan konsumsi," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan untuk prognosa defisit semester II-2009 adalah sebesar Rp 127,4 triliun atau hanya 91,3% dari target defisit APBN 2009 (dokumen stimulus) yang sebesar 2,5%. Dengan begitu, total defisit sepanjang 2009 diperkirakan hanya 95,3% dari target defisit APBN 2009 (dokumen stimulus) yang sebesar 2,5%.

Berdasarkan laporan panitia kerja panitia anggaran DPR dalam rangka pembahasan laporan pemerintah tentang pelaksanaan APBN semester I-2009 dan prognosa semester II-2009 tahun anggaran 2009, realisasi pembiayaan dalam semester I-2009 mencapai Rp 47,8 triliun atau 34,3% dari target APBN 2009 (dokumen stimulus).

Pembiayaan tersebut terdiri dari:

  • Penerbitan SBN neto yang telah mencapai Rp 69,2 triliun atau 126,1%
  • Penarikan pinjaman luar negeri (bruto) yang belum optimal, masih negatif sebesar Rp 16,8 triliun atau 29,2%
  • Pembayaran cicilan pokok utang luar negeri sebesar Rp 35 triliun atau 48,5%.

"Prognosa pembiayaan semester II-2009 adalah sebesar Rp 85,2 triliun atau 61,1%, sehingga akhir tahun mencapai 95,3% yang bersumber dari Surat Berharga Negara, pinjaman luar negeri, dan penggunaan SILPA 2008," pungkas Suharso.

(dnl/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads