Hal ini disampaikan Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Suharso Monoarfa dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan dan Bank Indonesia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin malam (13/7/2009).
"Defisit ini terutama karena realisasi belanja pegawai dan transfer ke daerah yang lebih cepat untuk menjaga pertumbuhan konsumsi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan laporan panitia kerja panitia anggaran DPR dalam rangka pembahasan laporan pemerintah tentang pelaksanaan APBN semester I-2009 dan prognosa semester II-2009 tahun anggaran 2009, realisasi pembiayaan dalam semester I-2009 mencapai Rp 47,8 triliun atau 34,3% dari target APBN 2009 (dokumen stimulus).
Pembiayaan tersebut terdiri dari:
- Penerbitan SBN neto yang telah mencapai Rp 69,2 triliun atau 126,1%
- Penarikan pinjaman luar negeri (bruto) yang belum optimal, masih negatif sebesar Rp 16,8 triliun atau 29,2%
- Pembayaran cicilan pokok utang luar negeri sebesar Rp 35 triliun atau 48,5%.
"Prognosa pembiayaan semester II-2009 adalah sebesar Rp 85,2 triliun atau 61,1%, sehingga akhir tahun mencapai 95,3% yang bersumber dari Surat Berharga Negara, pinjaman luar negeri, dan penggunaan SILPA 2008," pungkas Suharso.
(dnl/lih)











































