"Kontrak jalan terus," kata Bos Grup Medco, Arifin Panigoro usai mengisi seminar di Kampus Paramadina, Jakarta, Selasa (14/7/2009).
Proyek Senoro saat ini masih tersandung soal kemana gas akan dialokasikan. Sebelumnya, konsorsium pengelola lapangan Senoro-Donggi, yaitu Pertamina-Medco-Mitsubishi, sudah bersepakat gas Senoro akan diekspor ke pembeli di Jepang. Pembelinya adalah Chubu Electric Power dan Kansai Electric Power.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan proyek ini memang tersendat dengan adanya titah Wapres Jusuf Kalla agar semua gas yang akan diproduksi dialokasikan ke pasar dalam negeri.
"Dia (pembeli Jepang) enggak sabar aja karena kita sudah telat 3 bulan. Sebenarnya sudah lewat dari Maret lalu," tambahnya.
Namun Arifin menjelaskan, pihaknya sudah berupaya membujuk pembeli Jepang agar bersabar.
"Kita bilang kita lagi pemilu mohon dimengerti. Mereka juga mau pemilu, tiba-tiba perdana menterinya mau diganti," katanya.
Meski belum ada kesepakatan dengan pembeli Jepang, namun Arifin mengatakan Medco sebagai bagian dari konsorsium berkomitmen untuk melanjutkan kontrak tersebut.
"Kita dorong, kita baik-baikin lah mereka," tambahnya.
(lih/qom)










































