Rentang Gerak Harga Minyak Sangat Lebar, APBN Terpengaruh

Rentang Gerak Harga Minyak Sangat Lebar, APBN Terpengaruh

- detikFinance
Selasa, 14 Jul 2009 14:03 WIB
Rentang Gerak Harga Minyak Sangat Lebar, APBN Terpengaruh
Jakarta - Harga minyak mentah dunia sejak tahun lalu bergerak pada kisaran yang sangat lebar. Ketidakpastian perubahan harga minyak dunia menjadi faktor utama yang mempengaruhi kondisi APBN.
Β 
Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan, di tengah kondisi krisis ini, deviasi harga minyak dunia sangat lebar karena masih banyaknya ketidakpastian ekonomi.
Β 
"Harga minyak dunia sangat mempengaruhi APBN karena ada uncertainty harga, bahkan deviasi harga minyak dunia tahun ini sampai tahun depan besar yaitu antara US$ 45-120 per barel," ujarnya dalam acara Peluncuran Buku Pedoman Reformasi Perencanaan dan Penganggaran di Gedung Dhanapala, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (14/7/2009).
Β 
Dikatakannya ketidakpastian harga minyak dunia ini terlihat dalam beberapa bulan terakhir, dimana sempat menyentuh US$ 70 per barel dan sekarang berada di antara US$ 50 sampai 60 per barel.

"Jadi harga komoditas ini mempengaruhi postur APBN," imbuhnya.
Β 
Sri Mulyani mengatakan, krisis ekonomi global yang terjadi saat ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia merosot dan sampai kuartal I-2009 hanya ada 3 negara yang pertumbuhan ekonominya masih positif yaitu Cina, India, dan Indonesia.
Β 
"Kita tahu defisit negara-negara di dunia meningkat drastis dan ini mengakibatkan membanjirnya obligasi, kemudian juga pencetakan uang besar-besaran yang akan mengakibatkan inflasi, dan inflasi ini mematikan recovery," pungkasnya.

Harga minyak mentah di pasar Asia pagi ini mulai membaik setelah kemarin terjungkal di bawah US$ 60 per barel. Pada perdagangan di Singapura Selasa ini, kontrak utama minyak light pengiriman Agustus naik tipis 38 sen menjadi US$ 60,07 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Agustus naik 39 sen menjadi US$ 61,08 per barel.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads