Ketua umum Asaki Achmad Widjaja mengatakan kelancaran pasokan gas bagi industri keramik sangat penting karena gas menjadi instrumen utama dalam industri keramik. SayangnyaΒ persoalan pasokan gas, harga gas, mata uang transaksi pembelian gas sering menghambat industri keramik
Ia mengatakan akibat pasokan gas hanya dipasok dari PGN, menyebabkan terjadinya monopoli distribusi gas oleh PGN. Contoh arogansi PGN, lanjut Achmad, terjadi ketika ada pabrik keramik anggotanya mengalami kendala pembayaran gas ke PGN. Tak jarang anggota-anggota Asaki menerima ancaman pemutusan pasokan gas.
"PGN mereka memang memonopoli pasokan gas, dan arogan. Anggota diancam ditutup pasokan gasnya oleh PGN," katanya disela acara kunjungan kerja Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di pabrik Plant II Arwana, Cikande Serang, Rabu (15/7/2009).
Ia juga mengharapkan masalah transaksi pembelian gas dengan mata uang dolar AS bisa segera diubah dengan kurs rupiah. Menurutnya, selama ini industri keramik justru lebih banyak mendapatkan pendapatan dalam denominasi rupiah.
"Pendapatan industri keramik selama ini banyak berasal dari rupiah," ucapnya.
Selain itu, pembayaran transaksi gas dengan kurs rupiah menguntungkan industri karena tidak harus bersusah payah membeli dollar dan rentan dengan fluktuasi kurs. Sayangnya sampai saat ini PGN masih tetap memberlakukan transaksi gas dengan kurs dolar AS.
Saat ini, mekanisme perubahan pembayaran transaksi pembelian gas menggunakan rupiah sedang dibahas oleh pemerintah yang difasilitasi oleh Menteri BUMN dan Menteri Perindustrian. Pembahasan mengenai ini sempat terhambat karena adanya ajang pilpres.
"Sekarang sudah disampaikan oleh wapres, dalam waktu dekat, kita mungkin dapat kepastian dalam mendukung industri ini," ucapnya.
(hen/dro)











































