"APBN 2010 memang terjadi defisit dari yang telah ditetapkan, mungkin jadi 1,7 % karena kita mengantisipasi berbagai kemunginan terjadinya El Nino pada 2010. El Nino di 2010 itu biasanya kekeringan yang sangat berkepanjangan," kata Menteri Bappenas Paskah Suzetta saat ditemui di kantor Menko Perekonomian di Jakarta, Kamis (16/7/2009).
Paskah menjelaskan, untuk hadapi ancaman El Nino tahun depan, Presiden SBY telah memerintahkan untuk peningkatan pembangunan infrastruktur di sektor pertanian, dalam upaya mempertahankan ketahanan pangan.
"Itu antara lain makanya defisit membengkak," katanya.
Ia menjelaskan masalah ketahanan pangan akan difokuskan dalam menjaga pasokan beras, karena akan ada kemungkinan musim kemarau yang berkepanjangan berdampak pada produksi beras nasional. Selain itu pemerintah juga akan tetap memfokuskan pada masalah kesehatan.
"El Nino diperkirakan akan melanda wilayah di sekitar Australia dan Asia," jelas Paskah.
Selain itu, kata Paskah, pada tahun 2010 pemerintah akan tetap melakukan program-program pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan rakyat, dengan tetap mempertahankan daya beli masyarakat dan pengendalian inflasi.
"Kemungkinan berbagai program untuk memperkuat daya beli masyarakat termasuk BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang sifatnya ad hoc juga akan kita siapkan," ucapnya.
Dikatakannya sesuai dengan komitmen pemerintah sebelumnya, anggaran pertahanan dan pendidikan akan tetap mendapat perhatian pemerintah pada tahun 2010 nanti.
"Pertumbuhan ekonomi tahun 2010 tetap pada posisi 5%, itu paling optimistis 6%," jelasnya.
(hen/dnl)











































