Komisaris Freeport Juga Jadi Korban Bom Ritz Carlton

Komisaris Freeport Juga Jadi Korban Bom Ritz Carlton

- detikFinance
Jumat, 17 Jul 2009 12:46 WIB
Komisaris Freeport Juga Jadi Korban Bom Ritz Carlton
Jakarta - Mantan Presdir PT Freeport Indonesia yang kini menjabat sebagai Komisaris, Adrianto Machribi menjadi salah satu korban ledakan bom di Hotel Ritz Carlton. Adrianto kini masih dirawat di RS Medistra dan rencananya akan dibawa ke Singapura.

Menurut penuturan rekan Adrianto, Christine Hakim, dirinya sudah membuat janji untuk makan pagi di rumah komisaris Freeport ini. Namun SMS yang dikirim Christine ternyata tak kunjung dibalas oleh Adrianto.

"Hari ini saya janji makan pagi di rumah Pak Adri. Saya SMS beliau kok nggak dibalas-balas mungkin lagi main sama cucu," ujarnya saat ditemui di RS Medistra, Jakarta, Jumat (17/7/2009).

"Nggak berapa lama istri Pak Adri telpon nangis-nangis cerita hal ini. Sebenarnya alhamdulillah nggak terlalu parah, melepuh di kepalanya," ujar artis cantik ini sambil menujuk bagian pelipis sebelah kanan.

Christine mengungkapkan, bagian kaki Adrianto saat ini memang masih terus mengalami pendarahan. Namun Adrianto masih lancar diajak berkomunikasi.

"Hari ini dia akan dibawa ke Singapura, Freeport yang urus," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, 2 karyawan Freeport memang menjadi korban dan dirawat di RS Medistra. Selain Adrianto adalah David Potter. Hal tersebut juga dibenarkan oleh juru bicara Freeport, Mindo Pangaribuan.

"Dua karyawan PT Freeport Indonesia telah mengalami luka-luka pada ledakan yang terjadi di gedung Ritz-Carlton dan saat ini menerima perawatan medis. Polisi berada di lokasi dan melakukan investigasi," jawab Mindo tanpa merinci nama 2 karyawan tersebut.

Sementara mantan Kepala BRR Kuntoro Mangkusubroto yang ditemui di tempat yang sama menyatakan kekagetannya atas meninggalnya Presdir Holchim Indonesia, Timothy Mackay. Pria berkebangsaan Selandia Baru itu memang menjadi salah satu korban tewas akibat bom Marriott.

"Timothy orangnya baik, bahkan saya sempat SMS kemarin saya nggak nyangka saja ada kejadian seperti ini semoga nggak terulang lagi," ujar Kuntoro.



(qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads