Demikian hal itu dikemukakan oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (17/7/2009).
"Kita akan kirim surat ke seluruh BUMN agar tingkatkan kewaspadaan nasional," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita minta mereka amankan objek vital, seperti perbankan dan BUMN lain yang terkait pelayanan umum. Termasuk juga sarana dan prasarana produksi, seperti pupuk, gula dan lain-lain," jelasnya.
Saat ini, pihaknya sedang memproses surat edaran tersebut sehingga bisa segera ditandatangani Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil sebelum akhirnya dikirimkan.
"Paling cepat surat itu bisa dikirim mulai sore hari ini," imbuhnya.
Meski begitu, ia meyakinkan kalau isu ledakan bom tersebut tidak akan berpengaruh kepada kegiatan operasional bisnis BUMN.
"Dari pengalaman kita sebelumnya tidak ada pengaruh panjang ke BUMN," katanya.
Selain waspadai keamanan nasional, BUMN juga diminta untuk mewaspadai pengaruh defisit anggaran pemerintah Amerika Serikat.
Menurut Said, defisit anggaran itu bisa membuat Amerika mencetak lebih banyak uang atau menaikkan tingkat suku bunga.
"Ujung-ujungnya kan inflasi. Kalau sudah inflasi permintaan akan turun dan otomatis harga komoditas akan turun. Itu lebih perlu diwaspadai," ujarnya.
(ang/qom)










































