Pemerintah Harus Jaga Laju Investasi

Bom Marriott-Ritz Carlton

Pemerintah Harus Jaga Laju Investasi

- detikFinance
Jumat, 17 Jul 2009 15:50 WIB
Pemerintah Harus Jaga Laju Investasi
Jakarta - Kalangan pengusaha muda berpendapat bahwa peristiwa bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton merupakan pekerjaan rumah (PR) pemerintahan sekarang dan pemerintah baru yang harus segera diselesaikan. Terutama dalam rangka menekan potensi terpuruknya iklim investasi di Indonesia yang dipicu oleh kondisi keamanan yang sempat tercoreng.
 
"Ini tantangan baru bagi pemerintah baru, yaitu harus membanguan kembali rasa keamanan dan kepercayaan memerlukan waktu tidak pendek. Ini harus dibangun kembali," kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa saat dihubungi Jumat (17/7/2009).
 
Ia mengatakan dampak dari bom tersebut akan memicu para pelaku dunia usaha mempertanyakan iklim keamanan yang kondusif, padahal sebelumnya aspek keamanan di Indonesia sudah cukup baik termasuk sebelum gelaran pilpres.
 
"Intinya membutuhkan komunikasi kepada dunia internasional untuk membangun kembali confidence ," ucapnya.
 
Erwin mengatakan sekarang ini yang paling penting, bagi pemerintah adalah segera mencari pelaku pengeboman, untuk menghentikan kemungkinan aksi-aksi lainnya. Ia juga mengatakan mengenai adanya kemungkinan pelarian modal ke luar negeri, sangat tergantung komunikasi yang dibangun oleh pemerintah.
 
Langkah pemulihan pasca peristiwa Kuningan, menurutnya pemerintah harus bisa membuktikan kondisi keamanan dengan baik dengan menangkap para pelakuanya.
 
"Harus juga menciptakan rasa aman di tanah air, yang sering kali lengah, kalau dikatakan teroris sudah tidak ada padahal masih ada. Nurdin M. Top belum tertangkap. Harus kerja sampai tuntas dengan kejadian ini, keamanan kita di tanah air masih lengah, terutama fasilitas vital," paparnya panjang lebar.
 
Erwin juga mengatakan sepanjang hari ini sudah banyak pelaku usaha asing maupun dalam negeri yang mengontaknya yang mempertanyakan kondisi keamanan di Indonesia. Meskipun ia mengatakan kasus teroris bisa terjadi di negara mana pun, termasuk Indonesia yang selama ini sudah dianggap aman.
 
"Kita tidak tahu apakah aksi ini akan berakhir sampai kapan," ucapnya.

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads