Demikian hal itu dikemukakan Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (17/7/2009).
"Semester I kinerja BUMN variasi sekali, tapi kalau dirata-rata masih sedikit di atas RKAP. Itu secara rata-rata total," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak tahu yang jelas angkanya. Tapi di atas rata-rata masih bagus," ujarnya.
Menurutnya, produk komoditas lain di luar kedua sektor tersebut masih rendah. Rendahnya realisasi kinerja sektor komoditas lain menurut Said, dikarenakan harga produknya yang lebih rendah dari harga jual tahun lalu.
"Harga produk perkebunan jelas lebih rendah dari tahun lalu, tapi lebih tinggi dari RKAP. Jadi, masih oke lah," ungkapnya.
Dalam RKAP 2009, pemerintah mentargetkan laba BUMN hingga akhir tahun bisa mencapai Rp 70 triliun. Sedangkan total belanja modal (capital expenditure/capex) BUMN mencapai angka Rp 152 triliun dan belanja operasional atau operational expenditure (opex) hanya mencapai Rp 836 triliun.
(ang/qom)











































