Menurut Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu, penambahan setoran tersebut diminta untuk menutupi lubang akibat penyerapan pajak yang tidak sesuai target. Sementara pemerintah juga tidak bisa memotong anggaran belanja untuk membantu kekosongan tersebut.
"Pemerintah butuh tambahan dari semua sumber, termasuk BUMN karena pajak tidak sesuai target," ungkapnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (17/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, nilai pastinya baru akan diumumkan sekitar pekan depan pada saat rapat kerja pemerintah dengan DPR.
"Saya enggak bisa ungkap nilainya, karena ini masih negosiasi juga. Minggu depan sudah keluar (nilainya)," imbuhnya.
(ang/qom)











































