IMF Siap Injeksikan US$ 250 Miliar ke Perekonomian Global

IMF Siap Injeksikan US$ 250 Miliar ke Perekonomian Global

- detikFinance
Selasa, 21 Jul 2009 13:02 WIB
IMF Siap Injeksikan US$ 250 Miliar ke Perekonomian Global
Washington - Dana Moneter Internasional (IMF) siap menginjeksikan US$ 250 miliar ke perekonomian global, untuk melawan krisis. Pengalokasian dana itu tinggal menunggu persetujuan akhir dari Dewan Gubernur IMF.

Dewan Eksekutif IMF pada 20 Juli telah memberikan dukungan untuk alokasi Special Drawing Rights (SDR) (mata uang spesial IMF) yang setara dengan US$ 250 miliar untuk membantu likuiditas global.

Dana-dana itu akan digunakan untuk mendukung cadangan devisa dari 186 negara anggota IMF. Dari jumlah tersebut US$ 100 miliar merupakan alokasi baru yang akan diberikan ke emerging markets dan negara-negara berkembang. Sebanyak US$ 18 miliar diantaranya dialokasikan untuk negara-negara miskin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alokasi SDR merupakan bagian dari kunci respons IMF terhadap krisis global, dengan menawarkan dukungan yang signifikan kepada negara-negara anggotanya yang menghadapi masa-masa sulit," ujar Managing Director IMF, Dominique Strauss-Kahn, dalam siaran persnya seperti dikutip dari situs IMF, Selasa (21/7/2009).

Alokasi SDR ini merupakan bagian dari rencana US$ 1,1 triliun yang disepakati dalam pertemuan G-20 di London, April 2009 lalu.

Jika disetujui oleh Dewan Gubernur IMF dengan persetujuan mencapai 85% dari suara voting pada 7 Agustus mendatang, maka alokasi SDR itu akan efektif per 28 Agustus.

"Alokasi adalah contoh utama dari respons moneter kooperatif terhadap krisis finansial global," jelas Strauss-Kahn.

IMF mencatat perekonomian global kini sudah mulai keluar dari resesi terburuk sejak era perang dunia II. Namun stabilisasi dan proses pemulihannya masih membutuhkan waktu lama.

IMF menilai pemulihan perekonomian global masih lamat mengingat sistem finansial belum sehat. IMF memperkirakan perekonomian global akan membaik, dimana pertumbuhan tahun 2010 diperkirakan mencapai 2,5%. (qom/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads