Menurut Gubernur DKI Jakarta Fauzie Bowo, dua pekan lalu tingkat hunia hotel di Jakarta masih berada di tingkat 70 persen. Namun angka tersebut hanya sedikit menurun setelah terjadinya ledakan bom menjadi 60-62 persen.
"Selama akhir pekan kemarin memang hotel mengalami penurunan, padahal pada minggu sebelumnya sekitar 70 persen. Tapi minggu ini menurun sampai 60-62 persen, tapi yang jelas tidak ada eksodus besar-besaran di bandara, khususnya WNA di Jakarta," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cuma ada beberapa pembatalan, misalnya dari grup tour Jepang sekitar 150 orang gagal datang," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) MS Hidayat mengatakan, pada empat hari terakhir pasca ledakan bom, terjadi pengalihan tingkat hunian dari hotel berbintang ke hotel domestik.
Namun menurutnya, hal itu hanya berlaku di Jakarta, sementara di Bali pengaruhnya tidak terlalu besar.
"Semakin cepat kepolisian mengungkap kasus ini, mungkin kepercayaan
investor akan lebih cepat. Khusus untuk pariwisata yang dikuatirkan
justru mereka (wisatawan) yang ingin datang ke Indonesia akan merubah jadwalnya jika 1 bulan belum ada pengungkapan," katanya.
(ang/lih)










































