Β
Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pajak Darmin Nasution dalam jumpa pers di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (21/7/2009).
Β
"Penerimaan pajak sejalan dengan perkembangan perekonomian sebagai akibat krisis keuangan global, jadi terjadi perlambatan," ujarnya.
Β
Darmin menjelaskan terjadi pertumbuhan minus pada beberapa kelompok pajak, pertumbuhan positif hanya terjadi pada penerimaan Pajak Penghasilan (PPh).
Β
"Penerimaan PPh non migas secara total pada semester I-2009 masih tumbuh 5,19% menjadi Rp 136,39 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 129,66 triliun. Atau 48,57% dari target APBN 2009," tutur Darmin.
Β
Rincian penerimaan PPh non migas yang masih tumbuh positif adalah sebagai berikut:
- PPh 21 tumbuh 5,41%
- PPh 25 dan 29 Orang Pribadi tumbuh 67,52%
- PPh Badan tumbuh 5,75%
- PPh 26 tumbuh 16,45%
- PPh final tumbuh 36,84%.
Sementara PPh non migas yang tumbuh negatif adalah:
- PPh 22 tumbuh minus 22,45%
- PPh 22 Impor tumbuh minus 27,22%
- PPh 23 tumbuh minus 4,67%
- PPh Fiskal Luar Negeri tumbuh minus 92,71% karena pembebasan fiskal bagi pemilik NPWP.
Untuk penerimaan PPh migas semester I-2009 turun drastis 20,27% menjadi Rp 27,388 triliun, dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 34,35 triliun.
Β
Kemudian untuk penerimaan PPN dan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) di semester I-2009 tumbuh negatif 6,97% menjadi Rp 81,48 triliun dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 87,117 triliun.
Β
Rincian penerimaan PPN dan PPnBM adalah:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- PPN dalam negeri masih tumbuh positif 14,08%
- PPN Impor tumbuh minus 25,94%
- PPnBM dalam negeri tumbuh minus 31,33%
- PPnBM Impor tumbuh minus 50,06%
- PPN dan PPnBM lainnya tumbuh minus 24,04%.
"Untuk penerimaan PBB dan BPHTB juga tumbuh minus 13,85% di semester I-2009 terhadap periode yang sama tahun lalu," ujar Darmin.
(dnl/qom)











































