Freeport berhasil menahan penurunan laba dengan memangkas 33 persen biaya penambangan dan tertolong kenaikan penjualan emas yang mencapai 3 kali lipat.
Berdasarkan situs resmi Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc, seluruh penjualan emas Freeport berasal dari tambang Grasberg (Papua, Indonesia). Tak hanya itu, cadangan tembaga Freeport yang terbesar juga berlokasi di Grasberg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip Reuters, Rabu (22/7/2009), penjualan emas Freeport pada kuartal II- 2009 tercatat sebesar 837.000 ounces atau melonjak dari kuartal kedua 2008 yang sebanyak 265.000 ounces.
Sedangkan penjualan tembaga di kuartal II-2009 tercatat 1,1 miliar pounds atau naik dari periode yang sama 2008 yaitu sebesar 942 juta pounds. Untuk molybdenum, penjualannya tercatat sebanyak 16 juta pounds di kuartal kedua 2009 atau turun dari kuartal kedua 2008 yang sebanyak 20 juga pounds.
Namun meski mencatat kenaikan penjualan, laba Freeport pada kuartal kedua 2009 tercatat turun menjadi US$ 588 juta dari US$ 947 juta di periode yang sama di 2008. Laba per saham juga turun dari US$ 2,25 menjadi US$ 1,38.
Sementara pendapatan perusahaan turun dari US$ 5,44 miliar di kuartal kedua 2008 menjadi US$ 3,68 miliar di periode yang sama 2009.
Dengan adanya kenaikan harga tembaga setelah sempat ringsek di akhir tahun lalu, Freeport sebenarnya mencoba meningkatkan produksinya dari sejumlah tambang yang nganggur.
"Meski kondisi pasar tetap saja lemah, stok sangat rendah dan industri menghadapi masalah pasokan, tapi kami masih melihat prospek yang cerah bagi tembaga," kata Chief Executive Richard Adkerson kepada analis Wall Street Seperti dikutip Reuters.
Adkerson menjelaskan, Freeport bisa memangkas 33 persen biaya tambangnya. Misalkan biaya produksi satu pound tembaga di Amerika Utara turun jadi to $1,24 dari sebelumnya $1,84 di 2008.
Sementara harga jual rata-rata tembaga Freeport tercatat sebesar $2,22 per pound di kuartal kedua atau di atas rata-rata London Metal Exchange yang sebesar $2,12 per pound.
Realisasi produksi Freeport pada kuartal II-2009 lebih tinggi dari yang direncanakan. Namun untuk kuartal III-2009, perusahaan kembali memperkirakan akan mencatat penurunan penjualan tembaga, emas dan molybdenum.
"Saya terkejut, tapi kalau dilihat kembali, Freeport berhasil menghadapi pelemahan ekonomi dengan baik. Biaya bisa kami pangkas, volume naik dan harga membaik," kata Brian Hicks, co-Manager U.S. Global Investors.
Adkerson juga memastikan bahwa produksinya di tambah emas Grasberg (Indonesia) tidak akan terpengaruh kasus penembakan pekerja Australia di lokasi tersebut.
(lih/qom)











































