Hal ini disampaikan Kepala BP Migas R Priyono dalam acara Inspiring Talks di Hotel Grand Melia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (22/7/2009).
"Target produksi belum bisa tercapai karena Cepu jadwal produksinya kan Januari tapi molor jadi Agustus, Tangguh yang tadinya Mei ternyata baru Juli, kemudian beberapa lapangan juga seperti itu. Pencurian di West java nya Pertamina, dan banjir besar di lapangan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia yang menghambat produksi," jelas Priyono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Produksi minyak dari Cepu ini akan menambah produksi minyak Indonesia secara signifikan, sehingga target APBN 960.000 barel per hari akan tercapai," ungkapnya.
Selain dari lapangan Cepu, lanjut Priyono, produksi juga akan bertambah dari Lapangan Tangguh yang mulai Juli ini memproduksi kondensat sekitar 7.000 barel per hari.
"Lapangan gas lain seperti milik ConocoPhillips, Kodeco, dan Total juga bagus produksinya, sehingga akan menambah jumlah kondensatnya," tandas Priyono.
(epi/lih)











































