Pasar Saham Hingga Tanah Abang Tak Kena Dampak Besar Bom

Pasar Saham Hingga Tanah Abang Tak Kena Dampak Besar Bom

- detikFinance
Kamis, 23 Jul 2009 07:24 WIB
Pasar Saham Hingga Tanah Abang Tak Kena Dampak Besar Bom
Jakarta - Peristiwa ledakan bom yang terjadi di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton tidak berpengaruh besar kepada perekonomian Indonesia.

Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan kondisi perekonomian dari pasar saham hingga pasar Tanah Abang relatif masih berjalan lancar.

"Dengan peristiwa bom pemerintah akan terus berkoordinasi, kita lihat 4 hari setelah bom perekonomian kita dari pasar saham, pasar Tanah Abang, ataupun pasar Beringharjo (Yogyakarta) relatif tidak besar dampaknya," tuturnya dalam acara Bisnis Indonesia Award 2009 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu malam (22/7/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Sri Mulyani mengatakan Indonesia tidak boleh hilang kewaspadaannya, karena ancaman terorisme bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.

"Perekonomian Indonesia dikategorikan sebagai perekonomian yang bisa mengelola gejolak krisis global dan juga terakhir serangan teroris. Dengan ekonomi yang dianggap baik dari negara lain, kita perlu bersyukur dan pemerintah akan menjaga dunia usaha terus berjalan," tuturnya.

Sri Mulyani mengungkapkan dirinya bersyukur pada kepastian pelaksanaan pemilu yang hasilnya akan segera keluar.

"Ini memberikan kepastian kepada dunia usaha karena kondisi politik tidak bisa dipisahkan dengan kondisi ekonomi," ujarnya.

Dikatakannya, pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, dengan menjaga inflasi dan menekan tingkat kemiskinan dan pengangguran.

"Semester II-2009 faktor yang harus dipelihara adalah konsumsi dan percepatan belanja pemerintah termasuk stimulus ekonomi, confidence juga akan terus dijaga," imbuhnya.

Menurutnya pada semester II-2009 minat investasi akan positif, demikian juga pasar modal.

"Kegiatan sektor riil akan meningkat, karena pasar saham bagus memberikan sinyal perusahaan untuk berekspansi. Korporasi juga mulai menerbitkan obligasi dan ini sinyal mereka akan ekspansi," jelasnya.

Meskipun begitu, Sri Mulyani mengimbau kepada korporasi di Indonesia untuk menjaga good corporate governance, karena persoalan governance ini jadi salah satu pemicu krisis di luar negeri.



(dnl/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads