Garuda Incar Laba Rp 3,7 Triliun di 2014

Garuda Incar Laba Rp 3,7 Triliun di 2014

- detikFinance
Kamis, 23 Jul 2009 11:24 WIB
Garuda Incar Laba Rp 3,7 Triliun di 2014
Tangerang, - PT Garuda Indonesia (Persero) manargetkan bisa membukukan laba bersih hingga Rp 3,7 triliun pada tahun 2014. Target pencapaian laba yang mencengangkan tersebut terkait transformasi bisnis yang telah dilakukan oleh Garuda, termasuk melakukan penambahan armada baru.
 
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dalam acara pembukaan peresmian peremajaan identitas dan peresmian gedung manajemen Garuda Indonesia, di kompleks Bandara Soekarno Hatta, Kamis (23/7/2009).

Emirsyah mengatakan, Garuda telah menyiapkan sejumlah langkah besar hingga tahun 2014. Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi bisnis sejak tahun 2004. Diantaranya menyiapkan Garudah menjadi maskapai penerbangan yang kompetitif.

Upaya-upaya yang akan dilakukan hingga 2014 antara lain adalah melakukan peningakatan jumlah armada dari 62 pesawat menjadi 116 pesawat. Mengembangkan rute dari 41 rute menjadi 62 rute. Selain itu juga ditargetkan kenaikan penumpang dari 10,1 juta penumpang menjadi 27,6 juta penumpang pada tahun 2014.
 
"Laba bersih Rp 669 miliar (2008), akan menjadi Rp 3,7 triliun di tahun 2014," ucapnya.
 
Hingga saat ini Garuda sudah memesan pesawat 50 Boeing 737 NG dan 10 Boeing 777 ER. Pada tahun 2009 ini Garuda akan mendatangkan 4 jenis Airbus 330-200, di antaranya sudah didatangkan dengan logo baru Garuda.
 
"Sejak transformasi bisnis sejak 4 tahun lalu, yaitu penurunan kerugian Rp 811 miliar pada 2004, mejadi laba Rp 669 miliar pada tahun 2008," imbuhnya.
 
Terkait pemindahan gedung manajemen di area Bandara Soekarno Hatta dari sebelum di wilayah Merdeka Selatan Jakarta, diharapkan akan menciptakan efisiensi bagi manajemen Garuda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan peningkatan kinerja yang dialami oleh Garuda merupakan gambaran umum dari kinerja BUMN secara keseluruhan. Di antaranya dengan kontribusi dividen total BUMN yang naik dari Rp 10 triliun pada 2004 menjadi Rp 29 triliun pada 2008. Laba bersih total BUMN pada periode yang sama dari Rp 44 triliun menjadi Rp 78 triliun.
 
"Total aset BUMN sampai saat ini mencapai Rp 2.000 triliun," kata Sofyan.

(hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads