Hadapi El Nino, Bulog Tambah Pengadaan Beras 200.000 Ton

Hadapi El Nino, Bulog Tambah Pengadaan Beras 200.000 Ton

- detikFinance
Jumat, 24 Jul 2009 12:03 WIB
Hadapi El Nino, Bulog Tambah Pengadaan Beras 200.000 Ton
Jakarta - Perum Bulog akan meningkatkan target pengadaan beras dalam negeri dari 3,8 juta ton menjadi 4 juta ton untuk mengantisipasi dampak El Nino.

Hal ini disampaikan Direktur Utama Bulog Mustafa Abubakar dalam rapat koordinasi mengenai persiapan menjelang puasa dan lebaran di Gedung Depdag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (24/7/2009).

"Untuk mengantisipasi El Nino kita akan menggenjot pengadaan beras menjadi 4 juta ton," ujar Mustafa.

Menurut Mustafa, tambahan pengadaan tersebut berasal dari sawah-sawah di daerah yang hingga saat ini masih belum memasuki masa panen.

"Ini bisa dilakukan mengingat hingga saat ini masih banyak sawah-sawah di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan yang belum dipanen," jelasnya.

Dengan meningkatkan pengadaan beras jadi 4 juta ton tersebut, Mustafa menargetkan stok akhir beras diakhir 2009 sekitar 1,5 juta ton.Β  Stok inilah yang dapat digunakan untuk mengamankan pasokan beras di tahun 2010 mengingat akan ada potensi mundurnya masa panen akibat El Nino.

Selain itu, lanjut Mustafa, Bulog juga berencana untuk melakukan operasi pasar dari cadangan beras pemerintah pada musim paceklik sebesar 200 ribu ton di akhir tahun ini dan 450 ribu ton pada tahun 2010.

"Stok beras di Gudang Bulog yang biasanya tidak boleh kurang dari 3 bulan, namun karena untuk mengantisipasi El Nino stok beras di Gudang tidak boleh kurang dari 4-5 bulan," ungkapnya.

Mustafa menjelaskan hingga 23 Juli 2009 realisasi pengadaan beras sudah mencapai 2,98 juta ton dari kontrak 3,05 juta ton. "Jika dibandingkan tahun 2008 dan 2007, pengadaan di tahun ini memang lebih cepat dan lebih banyak," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Mustafa menegaskan untuk stok beras yang saat ini dikelola Bulog sudah mencapai 2,6 juta ton. "Jumlah stok tersebut masih cukup untuk 8,92 bulan penyaluran rutin," ungkapnya.


(epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads