Hal ini disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Persepatuan Indonesia, Eddy Widjanarko di Hotel Nikko, Jakarta, Jumat (24/7/2009).
"Kami perkirakan pada saat lebaran akan ada peningkatan omset hingga Rp 6 Triliun. Biasanya Rp 2 Triliun per bulan," ujar Eddy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Faktor lainnya karena adanya Permendag 56 tahun 2008 tentang ketentuan impor produk tertentu sehingga kebutuhan pasar diisi oleh produk dalam negeri," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Eddy menyatakan ekspor pada bulan Januari-April turun 2,4 persen, namun kondisi tersebut tertolong oleh pasar domestik yang mampu menyerap seluruh produksi sepatu dalam negeri.
"Untungnya penjualan lokal market full," tandas Eddy.
(epi/qom)











































