Rudd mengakui, memang banyak perusahaan Australia yang bergantung pada pasar ekspor yang kini sedang melemah. Namun hal tersebut tidak bisa menjadi alasan bagi perusahaan lokal untuk mendapat keistimewaan dibandingkan perusahaan dari luar Australia.
"Kita harus menghindari segala bentuk proteksionisme yang bisa memicu proteksi balasan dari negara-negara lain di dunia. Dan hal seperti itu lah yang akan terjadi," katanya seperti dikutip AFP, Minggu (26/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika kami memberikan keistimewaan sehingga persaingan bisnis menjadi tidak adil, hal itu tidak akan memberikan manfaat jangka panjang. Sebaliknya, hal itu justru akan mengarah ke proteksionisme dan menjadi musibah bagi ekonomi Australia ke depannya. Dan kami sudah berkomitmen penuh untuk menghindarinya (proteksionisme)," kata Tanner kepada stasiun televisi Channel 10.
Sebelumnya, asosiasi pekerja manufaktur Australia, The Australian Manufacturing Workers Union (AMWU) mengatakan sebanyak 76.000 pekerja di sektor manufaktur sudah kehilangan pekerjaan dalam 12 bulan terakhir.
Sekretaris Nasional AMWU, Dave Oliver menyatakan pemerintah seharusnya bisa mengoptimalkan anggaran stimulus sebesar 50 miliar dolar Australia (US$ 40,8 miliar) dengan memprioritaskan perusahaan-perusahaan lokal.
"Ini mengenai optimalisasi konten lokal untuk mendapatkan timbal balik yang terbaik," katanya.
(lih/lih)










































