Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan faktor utama yang membuat kinerja ekspor membaik adalah pulihnya harga komoditas dunia yang sempat jatuh akibat krisis ekonomi global.
"Mulai Maret-April harga naik. Jadi intinya adalah turunnya mulai Oktober 2008 sampai Februari 2009, lima bulan itu turunnya tajam. Kemudian mulai naik lagi," ujarnya saat ditemui di Gedung Mahkamah Agung,Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (27/7/2009).
Kemudian faktor lain yang membuat kinerja ekspor Indonesia membaik adalah karena stimulus ekonomi yang dilakukan pemerintah China akan mendongkrak permintaan ekspor Indonesia ke negara tersebut. "Misalnya CPO, pasir besi, serta hal-hal yang berkait dengan konstruksi. Itu berbagai faktor yang intinya pada awal tahun kita perkirakan bisa minus 20-30%, sekarang kita revisi perbaikannya minus 15 - 20%," katanya.
Mari mengatakan pada tahun 2010 pertumbuhan ekspor akan kembali positif ke 5% dengan perbaikan kondisi perekonomian global yang akan meningkatkan permintaan barang-barang dari Indonesia.
"Namun volumenya di 2010 masih minus jika dibandingkan 2008, karena recovery -nya masih sangat lemah di 2010," tandasnya.
(dnl/lih)











































