"Kita telah berhasil menyelesaikan pendataan usaha tani 2009, dalam antisipasi subsidi pertanian. Yang kita inginkan subsidi tepat sasaran," kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (27/7/2009).
Bayu menambahkan data BPS telah mencatat data usaha pertanian di empat sektor yaitu padi, jagung, kedelai dan tebu. Dimana tercatat total data yang diperoleh sebanyak 17,83 juta usaha tani, diantaranya 14,99 juta di sektor padi, 6,71 juta di sektor jagung, 1,16 juta di sektor kedelai dan 195.000 petani di sektor tebu.
"Jadi kami punya data petani by name , alamat lengkapnya, luas tanahnya, kelompok mana, pakai pupuk apa, kredit dari mana kita tahu semuanya datanya lengkap by name by addres s," ujarnya.
Dengan kelengkapan data ini, lanjut Bayu, akan menjadi dasar untuk menyusun subsidi pertanian yang lebih baik dan tepat sasaran. Rencananya pada tahun 2010 akan diuji coba di 9 sampai 10 provinsi, yang mencakup semua provinsi di Jawa, beberapa provinsi di Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.
"Baru uji coba, formatnya masih digodok, macam-macam modelnya. Polanya belum tahu, ada deptan, menko, perguruan tinggi, organisasi petani menyusun pola yang baik," katanya.
Dikatakannya pada tahun 2011 nanti, diharapkan Indonesia sudah memiliki sistem subsidi petani yang baru dan menyeluruh dengan menerapkan pola subsidi langsung. Dimana kebijakan subsidi pertanian termasuk benih, pupuk akan langsung diberikan kepada petani yang berhak.
"Berapa besar anggarannya kita tidak tahu," imbuhnya.
(hen/dnl)











































