"Impor beras belum ada kebutuhan yang mendesak," kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi di kantornya, Senin (27/7/2009).
Bayu mengatakan berdasarkan angka ramalan dua tahun 2009 produksi padi 2009 masih mengalami pertumbuhan 3,71% atau setara 62,56 juta gabah kering giling dibandingkan dengan periode yang sama di 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai ekspor beras, pemerintah akan terus tetap mendorong ekspor beras tertentu yaitu beras organik karena jumlahnya tidak signifikan yaitu hanya mencapai 10.000 ton dengan harganya sangat sulit dijangkau Rp 40.000-Rp 50.000 per kg.
"Kita tetap mengekspor tetapi pada beras-beras jenis khusus. Jadi beras organik tidak dibatasi kapan pun berapa pun," jelasnya.
Dikatakan Bayu, pengalaman ekspor beras yang belum lama ini dilakukan dengan kuota 100.000 ton, ternyata realisinya hanya 3000 ton, hal ini masih jauh dari yang diperkirakan.
"Faktor utamanya membangun pasar internasional tidak mudah, yang bisa diekspor itu betul-betul beras premium," katanya.
(hen/lih)











































