"Satu unit smelter senilai US$ 500 juta atau setara Rp 5 triliun," terang Andy Hadianto, Direktur Utama PT Daerah Maju Bersaing (DMB) di Mataram, Senin (27/7/2009).
PT DMB adalah perusahaan daerah NTB, yang menjadi mitra Multicapital membeli 10 persen saham Newmont. Multicapital dan DMB sebelumnya telah sepakat untuk membentuk perusahaan patungan, PT Multi Daerah Bersaing untuk mengeksekusi divestasi saham Newmont.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Andy, Multicapital saat ini mengelola beberapa smelter di sejumlah lokasi tambang. Hanya saja, Andy tak merinci, apakah Multicapital akan membangun smelter baru, atau justru memindahkan smelter mereka dari daerah lain di Indonesia ke NTB. Smelter direncanakan dibangun dekat dengan kawasan tambang Newmont.
Multicapital membangun smelter itu sebagai salah satu alternatif perusahaan Bakrie Group ini, untuk mengembalikan dana investasinya. Sekadar mengingatkan, Multicapital memodali tiga pemerintah daerah di NTB Rp 4,1 triliun untuk membeli 10 persen saham Newmont. Multicapital juga mesti memberikan sedikitnya Rp 40 miliar kepada tiga pemda di NTB tiap tahun, mulai 2010.
Bagi NTB, keberadaan smelter ini akan memberi nilai tambah. Selain akan menyerap tenaga kerja lokal, NTB juga berhadap ada pemasukan dari sektor pajak dan retribusi daerah.
Smelter ini juga akan menyebabkan Newmont tak lagi mengekspor konsentrat emas atau tembaga dan mineral tambang ikutannya. Smelter akan memproduksi konsentrat menjadi emas batangan dan sejenisnya.
(qom/qom)










































