MEC Teruskan Investasi di Kaltim US$ 1 Miliar

MEC Teruskan Investasi di Kaltim US$ 1 Miliar

- detikFinance
Senin, 27 Jul 2009 15:57 WIB
MEC Teruskan Investasi di Kaltim US$ 1 Miliar
Jakarta - Middle East Coal (MEC) memastikan akan meneruskan investasinya dalam proyek infrastruktur di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur senilai US$ 1 miliar. Salah satu proyeknya adalah pembangunan kereta api swasta pertama di Indonesia.

Dalam keterangan pers yang diterima detikFinance , Senin (27/7/2009), MEC mengaku masih optimistis berinvestasi di Indonesia meski serangan teroris baru saja meluluhlantakkan dua hotel berbintang lima di Jakarta dua pekan lalu.

"Ada banyak alasan bagi MEC untuk meneruskan rencananya di Indonesia. Meskipun ada gangguan, seperti yang terjadi minggu-minggu lalu, Indonesia pada dasarkan sangat kuat dengan stabilitas politik dan ekonomi. Kami tidak terpengaruh dengan kejadian minggu lalu dan memiliki keyakinan penuh pada potensi pertumbuhan industri batubara," kata Executive Vice Chairman MEC, Madhu Koneru dalam siaran persnya.

Jalur kereta api yang akan dibangun MEC memang menghubungkan tambang-tambang batubara di daerah Muara Wahau dengan terminal pengangkutan batubara berkapasitas besar di Bengalon.

MEC mengaku masih optmistis atas potensi industri batubara di Indonesia karena sumber daya batubara yang besar dan belum tersentuh serta memiliki lokasi strategis bagi China dan India yang merupakan dua pusat utama dunia untuk permintaan batubara.

"Namun, memiliki cadangan batubara yang besar hanyalah satu hal. Harus ada infrastruktur yang sesuai untuk menjadi perekonomian sesungguhnya sehingga batubara dapat dibawa ke pasaran dengan kualitas dan harga terbaik. Dari sudut padang tersebut, pembangunan rel kereta dan terminal angkut di Kutai Timur sangat penting dan harus berlanjut," kata Koneru.

MEC menjalankan sebuah konsesi batubara seluas 12.000 hektar di Kutai Timur. Produksi dari tempat ini, yang diperkirakan memiliki cadangan batubara sebanyak dua miliar ton kubik, diharapkan berjalan pada akhir 2009 dengan kapasitas produksi awal dua juta ton kubik setiap tahun, dan mencapai 32 juta ton kubik setiap tahun pada 2019.

Selain komitmen investasinya untuk membangun aset batubara dan infrastruktur yang terkait dengan batubara, MEC baru-baru ini juga menandatangani kesepakatan dengan National Aluminium Company (NALCO) dari India untuk menginvestasikan US$4 miliar untuk pembangunan pabrik peleburan aluminium dan pembangkit listrik tenaga batubara sebesar 1.250 megawatt di Kalimantan Timur. Keduanya dijadwalkan selesai pada 2013.
(lih/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads