"Pada intinya kriteria untuk meneruskan refromsi di dalam pajak, bayak hal yang masih harus dilakukan dari dalam terutama untuk memberikan regenerasi dan harapan aparat di dirjen pajak bawah mereka mampu untuk membangun reputasi, kepemimpinan dan menjaga kontinuitas reform dari dirinya sendiri," kata Menkeu saat di temui di kantornya Senin malam (27/7/2009).
Sayangnya Sri Mulyani masih enggan menyatakan kebenaran Tjiptardjo sebagai pengganti Darmin, Sri Mulyani hanya mengelak singkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan ketika ditanya kreteria apa saja saat memilih Dirjen Pajak yang baru ini (Tjiptardjo) ia kembali mengelak.
"Nanti saya bocor deh, pidato saya," ucapnya tertawa.
Ditempat yang sama ekonom dari FE UI Firmanzah mengatakan sosok Tjiptardjo yang berbekal sebagai direktur intelejen dan penyelidikan pajak, dianggap paling tepat menggantikan Darmin Nasution. Sehingga pekerjaan rumah dalam memperluas wajib pajak (WP) akan lebih mudah dilakukan.
"Semuanya tergantung fit and proper test, apalagi dirjen pajak pertimbangannya tidak sederhana. Kalau latar belakang initelejen pajak mungkin sebagai cara untuk meningkat wajib pajak," ucap pria yang biasa disapa Fiz itu.
Tjiptoardjo saat ini menjabat sebagai Direktur Intelijen dan Penyidikan Direktorat Jenderal Pajak. Ia dikenal salah satu pemburu kasus Asian Agri dan juga masalah wajib pajak-wajib pajak nakal.
(hen/qom)










































