"Maka pemerintah Indonesia bisa saja memutuskan untuk menambah atau menjaga voting right -nya agar tidak turun dibanding negara-negara lain," katanya usai mengisi acara seminar entrepreneur di sekolah Al-Azhar di Jakarta, Selasa (28/7/2009).
Sri Mulyani mengatakan mengenai pembiayaan dari kemungkinan penambahan saham tersebut, pihaknya harus melakukan pembahasan terlebih dahulu ke DPR-RI.
"Itu nanti akan dibahas dengan DPR," ucapnya.
Seperti diketahui dari 186 angota Bank Dunia, Indonesia memiliki 0,95% saham atau setara dengan US$ 1.498,1 juta dengan voting power sebanyak 0,94%. Mayoritas saham Bank Dunia dimiliki oleh AS sebesar 16,84%, Jepang 8,07%, Jerman 4,60% dan Perancis 4,41%.
Wacana penambahan saham Indonesia di Bank Dunia tidak terlepas dari agenda peningkatan saham yang dibahas dalam pertemuan tahunan Bank Dunia-IMF di Turki pada 6-7 Oktober 2009 nanti.
(hen/dnl)










































