Demikian disampaikan Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu di sela-sela Rapimnas Persatuan Insinyur Indonesia, di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (28/7/2009).
"Kalau dulu kan 45 persen dari laba bersih 2009, mungkin akan ada penambahan. Angkanya sudah ada tapi masih saya exercise, saya lagi menghitung semua," ujar Said.
Â
Menurut Said, setoran dividen Pertamina ditambah karena dalam APBN-P 2009 untuk menambal pendapatan negara yang berkurang karena target pajak yang dipangkas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ketika dikonfirmasi di Gedung Kementerian BUMN, Said menegaskan pihaknya belum memastikan apakah penambahan dividen itu akan diambil dari setoran 2009 (dari laba 2008) atau setoran 2010 (dari laba 2009).
"Belum ketuk palu, jadi belum kita pastikan dari setoran kapan," katanya.
Â
Selain Pertamina, lanjut Said, setoran deviden BUMN-BUMN lainnya juga akan dinaikkan, terutama dari BUMN yang sudah tercatat di bursa.
Â
"Kemungkinan yang Tbk-Tbk juga kita tambah," tandasnya.
Â
Said menegaskan kenaikan setoran deviden tersebut dilakukan agar cash flow BUMN-BUMN tersebut sehat.
"Kalau kelebihan cash, BUMN itu nantinya terlalu royal. Kalau uang ngepas kan banyak mikirnya kalau mau ini itu," paparnya.
(epi/lih)











































