"Saya mengharapkan minimal dari alokasi dana ristek yang hanya 0,09 persen dari PDB itu bisa ditingkatkan menjadi 1 persen dari PDB," ungkap Ketua Umum PII, Airlangga Hartanto usai menghadiri Rapimnas PII di Hotel Mulia, Selasa (28/7/2009) malam.
Menurut Airlangga, dana ristek yang dialokasi pemerintah Indonesia masih sangat minim, apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang mengalokasikan 5 persen dari PDB-nya untuk dana ristek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airlangga menjelaskan peningkatan alokasi anggaran untuk ristek ini diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi lebih positif. Sebab dengan ditingkatkannya alokasi dana tersebut maka akan terjadi perbaikan fasilitas riset dan juga fasilitas lainnya yang digunakan untuk penelitian dan pengembangan seperti di LIPI atau Batan.
"Kemampuan teknologi memang penting untuk meningkatkan iklim investasi. Sebab iklim investasi suatu negara itu dilihat dari kemampuan teknologinya terutama dengan benchmark jumlah hak paten yang bisa di-register dan kedua alokasi anggaran ristek," jelasnya.
(epi/lih)










































