Egoisme Masih Warnai Integrasi Ekonomi ASEAN

Egoisme Masih Warnai Integrasi Ekonomi ASEAN

- detikFinance
Rabu, 29 Jul 2009 18:50 WIB
Egoisme Masih Warnai Integrasi Ekonomi ASEAN
Jakarta - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan meski ASEAN saat ini telah bersepakat masuk dalam satu kawasan ekonomi dan memiliki ASEAN blue print, masalah egoisme masing-masing negara ternyata masih terjadi. Bahkan masalah-masalah seperti itu pun pernah terjadi saat integrasi ekonomi Uni Eropa, terlebih pada masa krisis saat ini.

"Intinya kita menyadari memang ada kenyataan, proses integrasi  di Eropa dan Asia itu lain, di Eropa  walaupun sudah punya parlemen dan komisi Eropa, ternyata waktu krisis mereka mengalami masalah koordinasi juga," kata Mari usai acara Seminar Regional Economic Cooperation, Ten Years of Monetary Union in Europe-Evolution and Chalenges for Cooperation in East Asia, Rabu (28/7/2009).

Dikatakannya saat ini ASEAN sudah  memiliki kesepakatan ASEAN blue print dan masyarakat ekonomi ASEAN, yang harus dilaksanakan dan berkomitmen untuk menjalaninya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini yang harus diimplementasikan," ujarnya.

Bahkan jika di kaji secara luas, negara-negara di Asia pada umumnya belum menjadikan semangat kawasan sebagai nasionalisme. Hal ini menyebabkan kawasan Asia belum mampu bersatu dan bersaing di bidang ekonomi dengan Uni Eropa, termasuk dalam masalah implemtasi kerjasam perdagangan bebas (Free Trade Agreement) dikawasan atau regional.

Sementara itu penasehat Senior Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Hadi Soesastro ditempat yang sama mengatakan negara Asia perlu kerjasama lebih erat lagi agar bisa bersaing dengan Eropa. Namun sekarang ini masih ada kecenderungan persaingan politik di Asia, sehingga  belum mendorong kearah persatuan di kawasan seperti China dan Jepang.

(hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads