Nielsen: Kepercayaan Konsumen Global Menguat Tajam

Nielsen: Kepercayaan Konsumen Global Menguat Tajam

- detikFinance
Kamis, 30 Jul 2009 11:50 WIB
Nielsen: Kepercayaan Konsumen Global Menguat Tajam
Jakarta - Berdasarkan survei kepercayaan konsumen global dari The Nielsen, harapan konsumen agar krisis ekonomi global segera pulih makin menguat. Hal ini didukung peningkatan optimisme konsumen dan stok pasar di kawasan BRIC (Brazil, Russia, India, China) dan beberapa negara utama di Asia.
Β Β Β 
"Pada survei bulan Maret, kami melihat pertanda awal sejauh para konsumen dunia peduli, resesi telah mencapai titik terendah. Tiga bulan kemudian, mereka mulai memikirkan pemulihan yang menjadi titik balik utama," kata Direktur Eksekutif Consumer Research The Nielsen Company, Catherine Eddy dalam paparan di Mayapada Tower, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (30/7/2009).

Dalam survei Nielsen bulan Juni yang melibatkan 14.029 konsumen dari 28 negara, sekitar 71% (turun 6 poin dari angka 77% pada bulan Maret) responden berpikir negara mereka tengah dalam masa resesi.

"Kepercayaan konsumen di India melompat 13 indeks poin, serta beranjak 9 poin di Jepang, Korea Selatan, Hongkong, dan Indonesia," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepercayaan konsumen di Indonesia, lanjut Catherine, sangat berkaitan dengan tingkat inflasi. Tahun ini, inflasi dapat ditekan sedemikian rupa, sehingga tidak mengejutkan jika terjadi peningkatan kepercayaan konsumen.

"Tahun 2009 menjadi tahun yang baik bagi konsumen dari perspektif harga bila dibandingkan 2008 yang kebutuhan rumah tangganya meningkat hingga 2 digit," katanya.

Salah satu faktor pendukungnya, lanjut Catherine, pemilu bulan Juli lalu yang berlangsung tanpa insiden membuat masyarakat semakin percaya diri bahwa stabilitas politik akan berpengaruh pada ekonomi.

"Di Indonesia, kami juga melihat pertumbuhan di bidang perdagangan retail mendukung tingkat kepercayaan konsumen. Nilai dari pasar ritel dalam setahun berdasarkan data Mei alami pertumbuhan 7 persen dibandingkan tahun lalu. Ditambah lagi, belanja iklan semester I naik 13% yang sebagian besar dikontribusikan iklan Pemilu," jelas Catherine.

Menurut Catherina, indikator-indikator tersebut menunjukkan Indonesia tidak terikat oleh krisis keuangan global.

"Perekonomian disini lebih bergantung pada konsumsi lokal, jika dibandingkan negara tetangga di Asean. Ini jelas menguntungkan dalam memberikan perlindungan saat ekspor lesu," tuturnya.

Namun demikian, terdapat beberapa PHK meski tidak dalam skala besar dan menyeluruh seperti negara lainnya.

"Tingkat kepercayaan konsumen yang bagus di negara ini sangat dipengaruhi situasi politik yang stabil, tingkat inflasi yang rendah, tidak adanya kehilangan pekerjaan dalam jumlah dramatis, serta optimis dalam kaitannya dengan ajang Pemilu," ujarnya.

(dro/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads