"Dari 22 perusahaan yang mengambil dokumen penawaran, ada sembilan proposal yang dikembalikan," Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN Bambang Praptono saat dihubungi wartawan, Kamis (30/7/2009).
Bambang menjelaskan saat ini pihaknya tengah mengevaluasi sembilan dokumen penawaran yang masuk tersebut. Kesembilan perusahaan tersebut antara lain berasal dari China yaitu Huadian dan Shen Hwa, Malaysia YTL, Jepang yakni Mitsubishi, Mitsui, Marubeni. Sementara dari Eropa yaitu International Power.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang kita perkenalkan proyek ini sebagai proyek yang besar. Makanya banyak yang berminat karena juga sudah disiapkan dengan sangat baik," kata Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN Bambang Praptono ketika dihubungi detikFinance, Jumat (16/1/2009).
Belasan perusahaan yang berminat itu, menurut Bambang, sudah menyampaikan minatnya ke PLN dalam bentuk expression of intension.
"Sudah lebih dari sepuluh perusahaan yang berminat. Ada dari AS, Jepang, China dan Eropa. Sudah belasan," katanya.
Proyek ini memang sangat diminati, selain karena berskala besar, proyek ini juga mendapatkan garansi dari pemerintah karena merupakan bagian dari proyek 10.000 MW tahap kedua.
Kebutuhan investasi untuk membangun PLTU Pemalang ini mencapai hampir US$ 3 miliar. Dimana US$ 2 miliar diantaranya untuk mendanai EPC (engineering, procurement, and construction) dan sisanya untuk financing cost serta development cost.
Pembangunan proyek ini akan segera dimulai begitu kontrak di teken. Diharapkan 1.000 MW pertama dari PLTU Pemalang bisa beroperasi 2012 dan 1.000 MW sisanya bisa menyusul pada 2014.
(epi/lih)











































