Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (30/7/2009).
"Kalau yang (perusahaan) terbuka sulit ya, mereka kan sudah RUPS. Yang tertutup saja," ujarnya.
Meski begitu, ia belum bisa menentukan BUMN mana saja yang akan diminta tambahan setoran dividen.
"Kita lihat deh, bagi-bagi siapa yang untung banyak kita ambil. Kalau potensi untung banyak kita ambil interim," ungkapnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu mengatakan, salah satu BUMN besar, PT Pertamina, tahun ini akan bertambah jumlah setoran dividennya.
Total setoran dividen BUMN dalam APBN 2009 meningkat menjadi Rp 28,6 triliun dari sebelumnya Rp 26,1 triliun. "Ya meningkatnya jadi Rp 28,6 triliun," ujar Said ketika dihubungi wartawan, Rabu (29/7/2009).
(ang/dnl)










































