Berdasarkan siaran pers yang dilansir detikFinance, Kamis (30/7/2009), menyebutkan penandatanganan Akte Pendirian Perusahaan PT Banten Bay Refinery tersebut telah dilakukan pada Kamis (29/7/2009).
PT Banten Bay Refinery meurupakan perusahaan patungan antara PT. Pertamina (Persero) (40%) dengan Oil Refining Industries Development Company (ORIDC), Iran (40%) dan Petrofield, Malaysia (20%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana pembangunan kilang ini merupakan salah satu langkah Pertamina untuk menjamin ketahanan suplai BBM Nasional. Untuk itu, kami berharap mendapat dukungan dari pihak-pihak yang terkait," ujar Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero), Rukmi Hadihartini dalam siaran pers tersebut.
Seperti diketahui, rencana pembangunan kilang berkapasitas 300.000 barel per hari itu sudah direncanakan sejak beberapa tahun lalu. Pada tahap awal, Kilang Banten akan dibangun dengan kapasitas 150.000 barel per hari yang mengolah minyak mentah jenis Iranian Extra Heavy Crude sebesar 50 persen dan Iranian Heavy Crude 50 persen. Seluruh minyak yang akan diolah ini dipasok ORIDC.
Pembangunan kilang tahap pertama tersebut ditargetkan mulai berlangsung tahun 2010 dengan jadwal produksi tahun 2014. Produk kilang yang didesain menghasilkan gasoline ON 90/95, diesel oil, fuel oil, avtur, elpiji, coke, sulfur, dan petrokimia akan diprioritaskan antara 70-100 persen buat pasar domestik dan sisanya diekspor sesuai standar Euro IV.
Kilang yang dibangun di atas lahan milik PT Pelindo II di Bojanegara, Banten itu mendapat pasokan gas 110 MMSCFD dari PT PGN Tbk dan PT BAGS dan listrik sebesar lima MW dari PT PLN.
(epi/lih)











































