Penandatanganan tersebut akan dilakukan dalam SPE Asia Pasific Oil & Gas Conference and Exhibition (APOGCE) 2009 yang akan dilaksanakan di Jakarta Convention Center, Jakarta.
"Jumlah KKS CBM yang akan ditandatangani, sekitar 4 kontrak, terdiri dari KKKS migas serta KP dan PKP2B,"Β ujar Dirjen Migas Departemen ESDM Evita H. Legowo dalam situs resmi Ditjen Migas yang dikutip detikFinance, Jumat (31/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepastiannya akan kami finalkan hari ini," ungkap Evita.
Hingga saat ini, jumlah KKS CBM yang telah ditandatangani berjumlah 10 kontrak. Penandatanganan KKS CBM terakhir dilakukan Mei 2009 lalu pada acara Konferensi IPA ke 33 dengan disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
CBM merupakan energi alternatif pengganti minyak bumi. CBM adalah gas bumi yang terperangkap di dalam batu bara. Pada awal kegiatan operasionalnya, dibutuhkan biaya yang cukup besar mengingat karakteristik yang berbeda dengan gas alam konvensional.
Melalui pengeboran tertentu, CBM diekstrasi dari lapisan batu bara. Proses ini tidak akan mengurangi deposit batu baranya karena yang diambil hanya CBM yang terperangkap.
Sumber daya CBM Indonesia mencapai 453,3 TCF yang tersebar pada 11 cekungan hydrocarbon. Dari sumber daya tersebut, cadangan CBM sebesar 112,47 TCF merupakan cadangan terbukti dan 57,60 TCF merupakan
cadangan potensial.
(epi/lih)











































