Sebagai perusahaan perkebunan milik negara, PTPN diminta bisa mempertahankan produksinya di tengah ancaman El Nino yang akan terjadi pada tahun depan.
Demikian hal itu dikemukakan oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (31/7/2009).
"Kita baru mau rapat dengan PTPN untuk antisipasi El Nino. Nanti teknis pelaksanaannya akan masuk dalam RKAP 2010," katanya.
Menurutnya, melihat dari pengalaman PTPN menghadapi El Nino sebelumnya dampak yang paling terasa adalah kepada pemupukan dan pengairan. Jika keduanya tidak diantisipasi, maka dampaknya akan terasa sekali saat panen dua tahun ke depan.
Ia menambahkan, jenis tanaman yang berpotensi terkena dampak El Nino antara lain tanaman kelapa sawit, gula, dan teh. "Kualitas produknya tetap, tapi produksinya yang bisa berkurang," katanya.
Dalam mengantisipasi kurangnya pasokan air, pihaknya akan meminta Perum Jasa Tirta untuk melakukan penghematan air sejak dini agar pasokannya cukup dalam menghadapi El Nino
(ang/dnl)











































