Indonesia Power Dapat Tambahan Gas 70 mmscfd

Indonesia Power Dapat Tambahan Gas 70 mmscfd

- detikFinance
Sabtu, 01 Agu 2009 11:59 WIB
Indonesia Power Dapat Tambahan Gas 70 mmscfd
Jakarta - PT Indonesia Power akan mendapatkan tambahan pasokan gas sebesar 70 mmscfd untuk dua pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) sekitar bulan September atau Oktober mendatang.

"Kami akan mendapatkan tambahan pasokan gas 70 mmscfd pada September atau Oktober mendatang," ujar Direktur Utama PT Indonesia Power Tonny Agus Mulyantono saat berbincang dengan detikFinance, Sabtu (1/8/2009).

Tonny menjelaskan, 70 mmscfd tersebut akan digunakan untuk memasok PLTGU Grati dan PLTGU Tanjung Priok. Sebanyak 40 mmscfd gas berasal dari Santos digunakan PLTGU Grati dan 30 mmscfdnya sisanya berasal dari PGN untuk PLTGU Tanjung Priok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini kami juga sedang melakukan negosiasi pembelian gas untuk PLTGU Gilimanuk dan PLTGU Tambak Lorok," kata Tonny

Tonny mengakui, pihaknya memang masih kekurangan pasokan gas untuk pembangkit-pembangkitnya, namun  pasokan BBM dan batubara untuk pembangkit yang dikelola Indonesia Power dipastikan aman.

"Untuk BBM dan Batubara aman semua," ungkapnya.

Tonny menambahkan, pada akhir tahun ini PLTU Labuan, yang merupakan satu dari tiga pembangkit 10 ribu MW tahap pertama yang dikelola Indonesia Power akan siap beroperasi. Adapun dua PLTU lainnya, yaitu PLTU Suralaya 8 dan PLTU Pelabuhan Ratu, saat ini masih dalam tahap kontruksi.

"Labuan akan masuk akhir tahun ini. Sekarang sedang tahap commisioning. Untuk pasokan batubaranya berasal dari PT Arutmin Indonesia. Sementara untuk dua pembangkit lainnya, sekarang sedang dalam tahap kontuksi," jelas Tonny.

Seperti diketahui,  PT Indonesia Power masih kekurangan gas sebesar 450 mmscfd untuk kebutuhan empat pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU).  Menurut Tony, beberapa PLTGU yang masih memerlukan gas diantaranya PLTGU Tanjung Priok sekitar 180 mmscfd, PLTGU Tambak Lorok pihaknya masih memerlukan tambahan gas 150 mmscfd, PLTGU Grati sekitar 50 mmscfd dan PLTGU Gilimanuk Bali memerlukan 70 mmscfd.
 
"Potensi sumber gas untuk pembangkit Tanjung Priok rencananya berasal dari PGN atau BPONWJ, PLTGU Tambak Lorok dari Gundih dan Kepodang, PLTGU Grati dari Santos, Kangean, Husky, dan untuk Bali dari Kangean LNG," papar Tonny saat berbincang dengan detikFinance, Selasa (12/5/2009).


(epi/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads