Angka tersebut turun Rp 1,04 triliun jika dibandingkan pagu dalam dokumen stimulus fiskal sebesar Rp 110,6 triliun.
Menurut Koordinator Panja Helmy Faishal Zaini, penurunan tersebut berkaitan dengan perubahan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang telah disepakati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, penurunan juga terjadi pada belanja negara dalam APBN-P 2009 menjadi sebesar Rp 1 triliun, sedikit lebih rendah dari APBN 2009 yang sebesar Rp 1,037 triliun.
"Turunnya belanja pemerintah atas asumsi dampak kondisi perekonomian global yang masih buruk dan asumsi dasar ekonomi makro lainnya," ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan asumsi makro yang disepakati Panggar DPR antara lain, harga ICP US$ 61 per barel, pertumbuhan ekonomi diperkirakan 4,3 persen, inflasi 4,5 persen, produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp 5,4 triliun, lifting minyak 960 ribu barel per hari, produksi batu bara 250 juta ton, lifting gas sebanyak 7.526,3 mmscfd, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tiga bulan sebesar 7,5 persen.
(ang/epi)










































