"Angka yang dipegang kalau ekspor turun sekitar Juni-Mei 2%, sedangkan sampai Juni kontraksi minus 21%," katanya di sela-sela rapat paripurna nota keuangan pemerintah, Jakarta, Senin (3/8/2009).
Dikatakannya meski sampai semester I-2009, masih tejadi kontraksi yang sangat dalam, namun ia optimis sampai akhir tahun penurunan ekspor hanya akan terjadi minus 15%.
"Untuk tahun depan akan tumbuh 5%," katanya.
Mari mengatakan dari tren yang ada pertumbuhan ekspor masih dikontribusi tertinggi ke wilayah Jepang, negara-negara Asean dan Eropa .
(hen/dnl)











































