APBN 2010 Capai Rp 1.009,5 Triliun, Defisit 1,6% Dari PDB

APBN 2010 Capai Rp 1.009,5 Triliun, Defisit 1,6% Dari PDB

- detikFinance
Senin, 03 Agu 2009 10:54 WIB
APBN 2010 Capai Rp 1.009,5 Triliun, Defisit 1,6% Dari PDB
Jakarta - Anggaran belanja negara pada tahun 2010 mencapai Rp 1.009,5 triliun atau lebih tinggi Rp 3,8 triliun dibandingkan RAPBN-P 2009. Namun defisit anggaran 2010 terjadi sebesar1,6% dari PDB atau Rp 98 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam dalam rapat Paripurna Luar Biasa Nota Keuangan 2010 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/8/2009).

"Pendapatan negara dan hibah direncanakan mencapai Rp911,5 triliun, atau meningkat Rp38,8 triliun dari sasaran RAPBN Perubahan (RAPBN-P) tahun anggaran 2009. Belanja negara direncanakan mencapai Rp 1.009,5 triliun, yang berarti lebih tinggi sebesar Rp3,8 triliun dari yang dianggarkan dalam RAPBN-P tahun 2009," tuturnya.

Dengan demikian, SBY mengatakan defisit anggaran dalam tahun 2010 direncanakan mencapai Rp98,0 triliun (1,6% dari PDB). Jumlah ini mengalami penurunan sebesar Rp35 triliun, bila dibandingkan target yang direncanakan dalam RAPBN-P 2009 sebesar Rp133 triliun (2,5% dari PDB).

"Untuk mencapai sasaran pendapatan negara,  pada tahun anggaran 2010 mendatang pemerintah akan terus melanjutkan langkah-langkah optimalisasi penerimaan, baik penerimaan dari pajak maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP)," kata SBY.

Dari rencana pendapatan negara dan  hibah yang ditargetkan mencapai Rp911,5 triliun dalam tahun 2010,  penerimaan perpajakan direncanakan mencapai Rp729,2 triliun, sedangkan PNBP diperkirakan mencapai Rp180,9 triliun.

Di bidang belanja negara, untuk mendukung sasaran-sasaran pembangunan sesuai dengan prioritas RKP 2010, dalam RAPBN tahun 2010 ini pemerintah merencanakan alokasi anggaran belanja pemerintah pusat sebesar Rp699,7 triliun.

"Dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas belanja pemerintah, serta penerapan sistem anggaran berbasis kinerja dan kerangka penganggaran jangka menengah, saya yakin belanja pemerintah dapat kita manfaatkan secara optimal untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah kita rencanakan dalam RKP 2010," pungkasnya.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads