Menkeu: Asumsi Harga Minyak US$ 60 Sudah Cukup

Menkeu: Asumsi Harga Minyak US$ 60 Sudah Cukup

- detikFinance
Senin, 03 Agu 2009 14:20 WIB
Menkeu: Asumsi Harga Minyak US$ 60 Sudah Cukup
Jakarta - Pemerintah menilai asumsi harga minyak mentah Indonesia sebesar US$ 60 per barel sudah cukup. Asumsi itu ditetapkan setelah melihat pergerakan harga minyak di kisaran US$ 45-120 per barel hingga saat ini.

Demikian disampaikan Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (3/8/2009).

"Kenapa kita tetapkan harga minyak US$ 60 per barel itu karena kisaran harga minyak sebesar US$ 45-120 dolar, tapi itu kan jangka pendek sekali. Namun untuk rata-rata jangka panjang itu US$ 60 per barel," jelas Sri Mulyani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, penerimaan perpajakan tahun 2010 ditetapkan naik 11,8% dimana perpajakan non migas naik 14,4%.

"Jadi kalau ada kenaikan harga minyak yang melebihi asumsi US$ 60, itu akan ditutup dari penerimaan pajak dari harga minyak yang naik dan harga-harga komoditas lainnya. Jadi pemerintah melijat asumsi harga minyak US$ 60 per barel itu sudah cukup," pungkas Sri Mulyani.

OPEC sebelumnya memperkirakan harga minyak mentah dunia akan kembali menembus US$ 90 per barel pada semester II-2009. Harga diprediksi akan membaik seiring pulihnya permintaan setelah perekonomian dunia pulih dari krisis.

Presiden SBY dalam pidato nota keuangan dan RAPBN 2010 telah menetapkan sejumlah asumsi yakni:

  • Pertumbuhan ekonomi 5%
  • Tingkat inflasi 5%
  • Nilai tukar rupiah rata-rata Rp 10.000/US$
  • Suku bunga SBI 3 bulan rata-rata 6,5%
  • Harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$ 60 per barel
  • Lifting minyak 965 ribu barel per hari.

Sementara penerimaan perpajakan dalam RAPBN 2010 direncanakan mencapai Rp729,2 triliun.
(qom/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads