"Subsidi pada 2010 sekitar Rp 59 triliun, naik dari 2009 sebesar Rp 54 triliun," kata Menkeu sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam keterangan pers di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Senin (3/8/2009).
Kuota BBM bersubsidi pada 2010 memang tidak berubah dari tahun ini, tetap sebesar 36,5 juta KL. Sedangkan asumsi ICP pada 2010 ditetapkan sebesar US$ 60 per barel, tidak jauh beda dengan ICP APBNP 2009 yang sebesar US$ 61 per barel.
Namun Sri Mulyani tidak menjelaskan apakah kenaikan subsidi BBM sebesar Rp 5 triliun tersebut sengaja disiapkan sebagai dana jaga-jaga untuk bantalan seandainya harga minyak dunia melonjak di atas perkiraan.
Subsidi BBM merupakan bagian dari total subsidi energi dan pangan di RAPBN 2010 yang mencapai Rp 144,4 triliun. Jumlah ini turun dibanding total subsidi 2009 yang sekitar Rp 160 triliun.
PLN Diminta Rugi 1 Digit
Selain itu, pemerintah juga akan meminta PLN agar menekan kerugian di 2010 hingga satu digit saja.
"Kalau sekarang PLN ruginya 10 persenan, tapi 2010, kita akan minta setidaknya 1 digit," tambahnya.
(lih/dnl)











































