"Harga jual kita mengikuti harga bahan baku. Harga plastik kemasan sudah mulai naik, naiknya 5-7%," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Plastik Hilir Indonesia (Aphindo) Tjokro Gunawan saat dihubungi detikFinance, Selasa (4/8/2009).
Ia menjelaskan bahan baku plastik kemasan yaitu PP saat ini sudah melonjak diatas US$ 1400 per ton, padahal pada posisi Januari 2009 hanya US$ 1000 per ton. Bahkan kata dia menjelang hari raya besar permintaan plastik kemasan akan meningkat, secara umum pemakaian plastik kemasan tidak turun sedangkan pasokan bahan baku terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya masalah harga plastik kemasan di dalam negeri tidak terlepas dari beberapa masalah. Di antaranya adanya pengenaan bea masuk impor PP sesuai dengan Permenkeu No 19 tahun 2009 tentang bea masuk impor produk tertentu seperti Poli Etiline, Poli Propiline sebesar 15%, sehingga harga bahan baku impor dan di dalam negeri sama-sama tinggi.
Masalah lainnya, kata dia, adalah kurangnya pasokan bahan baku PP yang per tahunnya mencapai 300.000 ton lebih, padahal kebutuhan PP dalam negeri per tahunnya mencapai 850.000 ton.
(hen/lih)











































