"Produk tekstil di Tanah Abang 20% dari lokal, 80% impor diantaranya 70% asal China dan 10 % asal India," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G. Ismy saat dihubungi detikFinance, Selasa (4/8/2009).
"Susah yah mau bilang apa, kesannya masuk Indonesia mudah benar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya kondisi sekarang sudah injury tapi tidak bisa dicek, ini sudah parah, tapi buktinya susah," ujarnya.
Mengenai keberadaan Permendag No 56 Tahun 2008 mengenai importasi 5 produk tertentu termasuk tekstil, dinilainya masih kurang efektif membendung peredaran impor tekstil China. Padahal kata dia industri dalam negeri saat ini cukup terpukul dengan keberadaan tekstil murah asal China.
"Memang sudah lama, sekarang sudah nambah, tetapi ingat ini mau lebaran," ucapnya.
Untuk itu ia mengharapkan pemerintah seperti Depdag, Depperin, Polisi dan API untuk turun kelapangan mengecek kebenaran bukti dokumen importasi para pedagang atau importir tekstil termasuk di Kawasan Tanah Abang.
"Harus turun ke lapangan, koordinasi antar semua pihak," serunya.
(hen/qom)










































