Pertamina Diundang Ikut Lelang Blok Migas Irak Tahap II

Pertamina Diundang Ikut Lelang Blok Migas Irak Tahap II

- detikFinance
Selasa, 04 Agu 2009 13:26 WIB
Pertamina Diundang Ikut Lelang Blok Migas Irak Tahap II
Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menjadi salah satu dari 45 perusahaan migas kelas dunia yang diundang untuk mengikuti lelang blok migas tahap dua yang diadakan Kementerian Perminyakan Irak. Lelang tersebut akan dibuka pada 25 Agustus 2009.

"Kami sudah mendapatkan undangannya. Lelangnya dibuka 25 Agustus mendatang," kata Direktur Utama PHE Bagus Setiardja, usai menghadiri Pembukaan Asia Pacific Oil and Gas (APOGCE) 2009 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Selasa (4/8/2009).

Saat ditanya blok mana yang diincar PHE dalam lelang tahap kedua tersebut, Bagus enggan menyebutkan blok yang diincarnya dalam lelang tahap kedua tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Pertamina menyatakan mundur dalam lelang pertama 6 blok minyak dan 2 ladang gas di Irak. Pertamina dan sejumlah peserta lainnya mundur dari tender pengelolaan ladang minyak tersebut karena skema service contract yang dinilai tidak cukup ekonomis untuk mengembangkan ladang minyak.

"Last minute kami mundur karena keekonomiannya nggak masuk. Karena skema yang digunakan service contract. Tidak hanya Pertamina saja yang mundur, yang lain juga. Karena tidak masuk keekonomian mereka," kata Direktur Usaha Internasional Pertamina Hulu Energy, Dwi Martono ketika dihubungi detikFinance, Rabu (1/7/2009).

Dalam lelang yang digelar pemerintah Irak sebelumnya, hanya 1 konsorsium yang dimenangkan yakni untuk Blok Rumalia. Ladang minyak raksasa dengan cadangan 17,7 juta barel yang terletak di Selatan Irak itu  jatuh ke tangan BP dan CNPC International Ltd . Kedua perusahaan minyak raksasa dari  Inggris dan China itu sepakat untuk menerima harga US$ 2 per barel.

Tender tahap pertama itu sebelumnya diikuti oleh 31 raksasa migas dunia, termasuk Pertamina. Namun menjelang pengumuman, sejumlah perusahaan migas memutuskan untuk menarik penawarannya karena tak puas dengan penawaran dari pemerintah Irak.

Irak akan menggelar tender lanjutan, dan meminta para raksasa minyak itu untuk memasukkan lagi dokumen penawarannya.
(epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads