"Kami sudah mendapatkan undangannya. Lelangnya dibuka 25 Agustus mendatang," kata Direktur Utama PHE Bagus Setiardja, usai menghadiri Pembukaan Asia Pacific Oil and Gas (APOGCE) 2009 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Selasa (4/8/2009).
Saat ditanya blok mana yang diincar PHE dalam lelang tahap kedua tersebut, Bagus enggan menyebutkan blok yang diincarnya dalam lelang tahap kedua tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Last minute kami mundur karena keekonomiannya nggak masuk. Karena skema yang digunakan service contract. Tidak hanya Pertamina saja yang mundur, yang lain juga. Karena tidak masuk keekonomian mereka," kata Direktur Usaha Internasional Pertamina Hulu Energy, Dwi Martono ketika dihubungi detikFinance, Rabu (1/7/2009).
Dalam lelang yang digelar pemerintah Irak sebelumnya, hanya 1 konsorsium yang dimenangkan yakni untuk Blok Rumalia. Ladang minyak raksasa dengan cadangan 17,7 juta barel yang terletak di Selatan Irak itu jatuh ke tangan BP dan CNPC International Ltd . Kedua perusahaan minyak raksasa dari Inggris dan China itu sepakat untuk menerima harga US$ 2 per barel.
Tender tahap pertama itu sebelumnya diikuti oleh 31 raksasa migas dunia, termasuk Pertamina. Namun menjelang pengumuman, sejumlah perusahaan migas memutuskan untuk menarik penawarannya karena tak puas dengan penawaran dari pemerintah Irak.
Irak akan menggelar tender lanjutan, dan meminta para raksasa minyak itu untuk memasukkan lagi dokumen penawarannya.
(epi/lih)










































